Salam sejahtera untuk para pembaca, penikmat, dan pengunduh semua yang
tersedia di blog ini. Mari sama-sama menyimak resensi yang kali ini akan
membahas sebuah rilisan terbaru dari band pop / punk / hardcore asal
Cinere, Depok. Mungkin ditelinga kalian sudah familiar dengan nama
"Failing Forward". Ya, band ini sudah berdiri sejak tahun 2003 silam di
isi oleh Azis (Vokal), Ilham(Gitar), Didit(Gitar), Acil(Bass),
Ixan(Drum) dan telah merilis 1 buah mini album yang bertitel "Shout from
South" yang memberikan satu birama yang berbeda dari konsep permusikan
di era-nya. Pada suatu sore saya melintas di seputaran gandaria-jakarta
selatan, lalu merasa iseng melipir ke sebuah toko penjual CD. Melirik
sana-sini penuh curiga,setelah terjadi pertempuran yang begitu ketat
akhirnya saya memutuskan untuk membeli sebuah rilisan terbaru dari
"Failing Forward - An Attempt To Make An Echo" sesegera mungkin menuju
kasir untuk melunasi dan merasa resah ingin secepatnya berada dirumah
untuk memutar pendengaran baru. Sesampainya, langsung saja melepaskan
lekatan plastik lalu merogoh Sleeve terlebih dahulu. Barulah memulai
memutar cd ini dalam discman jadul kesayangan.
Tek tek tek... Cd telah
berputar, rasa penasaran belum juga redam, dan kesan pertama "Stage
Fright" dibuka dengan genjrengan gitar ber-sound kasar dan becek
menendang telinga dan teriakan di awal. Pada lagu ini tercium aroma New
Found Glory era stick and stones dengan ketukan drum mid-tempo,
genjrengan melodi yang super ears catchy tentunya sesuai dengan spirit
dan tema yang mereka bangun dan saya rasa sangat cocok dijadikan anthem.
Di trek ke-2 ada "An Attempt to Make An Echo" seperti kelanjutan dari
trek ke-1 ditambahkan bagian-bagian beatdown pada akhir alurnya yang
melaju ke lagu selanjutnya yaitu "Hey Kiddo!" Yang membahas tentang
bagaimana kalian menghormati orang tua kalian. Emosi semakin terasa,
tempo berdetak semakin cepat pada trek ke-4 "Piece of Liberty" langsung
jadi lagu favorit saya padahal intro dengan betotan bass baru dimulai
sudah mulai memacu energi, pendengaran serasa berpetualang mencari
kebebasan seperti yang mereka suarakan,terkejut dengan selipan solo drum
diantara suara sound effect yang berkumandang. ke-5 "Tak Hanya
Berdansa, Alkohol, dan Distorsi" mewakili kalian yang merasa resah
dengan keadaan skena permusikan sekitar. masih terdengar tajam pada
sound gitar, serta ketukan drum dan dentuman bass yang semakin dinamis
disertai alunan musik hardcore. Trek selanjutnya ada "Sebelah Mata"
telinga saya tertuju pada dentuman bass kali ini menonjolkan permainan
dengan ciri yang berbeda dari sebelumnya. Trek ke-7 "Waste of Mind"
memberikan sedikit amanat untuk para kalian penikmat musik untuk tidak
menghakimi musisi yang kalian lihat, dengar, rasakan. Tema yang sesuai
dengan keadaan skena permusikan di negeri kita. "Generasi Cepat Tua"
tehnik colek-mencolek fret gitar dimulai lalu berlanjut dengan birama
yang dinamis pada setiap bagian lagu ini tetap dengan kejengkelan akan
perilaku generasi muda yang tidak lagi memilih lantunan yang sesuai
dengan usianya,ironis. Simbol kebersamaan pada trek ke-9 "1928" yang
bercerita tentang kesetaraan dan bagian favorit saya adalah saat
ditengah lagu genjrengan fill in gitar disambut ketukan drum yang
membelah antara riff dan akhir lagu,ciamik!.
Sampai di trek ke-10 masih
disajikan tempo cepat dalam "Booze Brigade" seakan tidak ada letihnya
kuping ini tetap menyimak seruan! Dari Failing Forward. Dari 10 lagu
yang telah saya dengar, akhirnya "Fortune Teller" bertemakan cinta dari
sisi lain dan mengharukan. Tetap dengan ciri khas mid-tempo ditambah
bagian jazzy pada interlude menuju klimaks na na na na dengan nada
sendu. Ini baru lagu cinta!. The last one, "A Starting Line" hem, terasa
segar dengan pola yang sangat berbeda jauh dari 11 trek sebelumnya.
Cocok untuk dijadikan penutup di album ini. Ketukan drum yang sinkup dan
isian-isian ala 311 memumpunikan lagu ini. Ya itulah resensi saya
tentang album Failing Forward - An Attempt to Make An Echo. sangat
sepadan dengan kualitas sound seperti A Wilhelm Scream, New Found Glory,
H20, 311, The Story So Far. lirik-lirik yang intelektual dari sisi
berbahasa dan pemilihan tema sangat cocok dan mendidik. Wajib dimiliki
untuk kalian pendengar musik pop / punk / nyerempet Hardcore. Sekian
dari saya, semoga berkenan, dan bermanfaat.

No comments:
Post a Comment